Kecerdasan Seseorang Bisa Dinilai dari Suara

Kecerdasan Seseorang Bisa Dinilai dari Suara




                             
I lustrasi (Getty Images/Wavebreakmedia Ltd)

Kecerdasan bukanlah sesuatu yang bisa dinilai dalam sekejap. Sebab isi otak tak bisa tergambar dari sekadar penampilan. 

Kebanyakan orang biasanya melihat kecerdasan seseorang dari cara bicaranya. Dari kata-kata yang keluar dari mulutnya. Bahasa yang tertata dan bahasan yang 'berisi' biasanya menjadi patokan dalam menilai kecerdasan seseorang. 


Tapi, sebuah penelitian baru menemukan tentang kecerdasan ternyata mengungkapkan fakta yang berbeda. Cara terbaik menilai kecerdasan bukanlah dari apa yang Anda katakan tetapi bagaimana Anda mengatakannya.

Penelitian diterbitkan dalam Journal Psychological Science. Tim peneliti dari University of Chicago merekam mahasiswa MBA saat mereka berpidato. Mereka kemudian meminta tim perekrut profesional di perusahaan untuk menonton video, mendengarkan audio pidato, atau hanya membaca transkrip pidato mereka. 

Hasil penelitian menunjukkan suara mahasiswa ternyata memiliki pengaruh terbesar dalam menentukan apakah mereka akan dipekerjakan atau tidak. Dan menambahkan video ke audio sama sekali tidak memengaruhi evaluasi mahasiswa tersebut. Hasilnya tetap sama. 

"Ini menunjukkan bahwa kecerdasan Anda bukanlah sesuatu yang bisa dilihat dari penampilan atau tubuh Anda, tapi saya pikir tanda kecerdasan dapat dilihat dari mendengar suara Anda," jelas Nicholas Epley, salah satu peneliti yang terlibat dalam penelitian ini, seperti dilansir Medical Daily. 

Epley menyarankan fakta ini bisa Anda gunakan untuk kepentingan Anda. Terutama ketika Anda sedang berusaha untuk memikat atau memenangkan hati orang lain dan membuat kesan pertama yang baik. 

Menurut Epley, meskipun sebagian besar dari kita mungkin tidak ingin berbicara karena takut terlihat bodoh, justru yang terjadi sebaliknya. Dalam konteks seperti wawancara kerja, jika Anda memiliki kesempatan untuk berbicara dengan seseorang secara langsung, bicaralah. 

"Untuk menyampaikan kecerdasan penting untuk memperdengarkan suara," tulis para penulis.

Hubungan antara kecerdasan dan pitch vokal mungkin memiliki implikasi yang lebih besar dalam bagaimana kita memahami interaksi sosial manusia, terutama dalam dunia maya. 

Berkat kemajuan teknologi, semakin banyak interaksi manusia berlangsung dalam bentuk tertulis dan bukan lisan. Kurangnya interaksi verbal telah mengganggu cara alami. 

Cara bersosialisasi kini telah membuat lebih sulit untuk menilai tingkat kecerdasan orang lain, apalagi yang belum dikenal. Hal ini juga dapat menjelaskan mengapa kita memperlakukan orang yang belum dikenal berbeda di dunia maya dan ketika bertemu langsung. 

Biasanya berkenalan dengan seseorang di dunia maya, melalui media sosial membuat penerimaan terhadap orang itu lebih mudah dibandingkan dengan berkenalan secara langsung./http://www.cnnindonesia.com/