Konsep Pendidikan dalam Islam

Konsep Pendidikan dalam Islam
Hasil gambar untuk PENDIDIKAN
Berbicara tentang konsep pendidikan dalam islam, maka kita akan banyak menemukan berbagai macam konsep pendidikan dari sekian banyak tokoh pendidikan dan pemikir dalam islam. Tentu saja ruang lingkup suatu pendidikan ini sangat luas, bagaimana konsep pendidikan menurut tokoh pendidikan yang bukan berasal dari golongna muslim tentu saja berbeda jauh dengan konsep pendidikan yang dirumuskan oleh seorang pemikir muslim. Dan menurut kita yang islam ini, tentu saja konsep pendidikan yang dirumuskan oleh seorang pemikir muslim jauh lebih “baik” daripada yang dirumuskan oleh tokoh yang bukan muslim, sebagai seorang muslim, tentu kita akan lebih cendrung menuggunakan dan menerapkan metode-metode dan konsep pendidikan menurut tokoh muslim ini. Sebagai contoh, salah seorang ulama yang sudah sangat masyhur dan kita kenal, yaitu Imam Al-Ghazali rahimahullah banyak merumuskan tentang konsep-konsep pendidikan menurut presfektif islam, walaupun dalam kitab beliau yang sangat masyur seperti Ihya Ulumuddin beliau tidak ada memaparkan secara rinci tentang bagaimana konsep-konsep pendidikan islam, namun jika kita kaji lebih dalam lagi, maka kita akan menemukan banyak konsep-konsep pendidikan dalam islam yang telah Imam Al-Ghazali rumuskan. Sebagaimana yang Imam Al-Ghazali katakan “Sesungguhnya hasil ilmu adalah mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan semesta alam”. Jika dipahami dengan lebih jauh, beliau menyatakan bahwa dengan ilmu itu seseorang akan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, semakin besar ilmu yang diperoleh, maka akan semakin besar pula ketaqwaan kepada Allah yang Maha menciptakan, bukan malah sebaliknya, dengan semakin bertambahnya ilmu malah semakin menjauhkan dirinya kepada Allah. Jadi, pendidikan tidak hanya sekedar hanya memperoleh ilmu pengetahuan saja, apalagi hanya ingin mengejar keinginan-keinginan duniawi yang sifatnya hanya sementara dan tidak kekal ini. Terlebih jika dengan pengetahuan yang dimilki akan membuatnya semakin jauh dari Tuhan, maka hal ini tentu saja sangat tidak sesuai dengan konsep yang ada dalam islam. Melainkan dengan pendidikanlah, keimanan seseorang akan semakin bertambah dan semakin mantap. Imam Al-Ghazali menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, semakin bertambahnya ilmu pengetahuan yang dimiliki, maka semakin baik akhlak dan budi pekertinya. Sebab jika pendidikan ini ditujukan bukan untuk mendekatkan diri kepada Allah maka justru akan menimbulkan kesesatan dan melenceng jauh dari konsep ajaran-ajaran keislaman. Padahal sudah jelas Allah SWT berfirman Al-Qur’an : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepadaku. (Q.S Al-Dzariat ayat 56)” 

B. Kurikulum Pendidikan Islam 

Seperti yang kita ketahui bersama, ada 2 macam bidang ilmu menurut garis besarnya, ilmu-ilmu keagamaan dan juga ilmu-ilmu eksakta, dalam ilmu keagamaan misalnya ilmu fiqh, tafsir dan yang lainnya, sedangkan dalam ilmu eksakta seperti misalnya biologi, fisika, psikologi dan yang lainnya. Imam Al-Ghazali memandang bahwa semua itu sama saja asalkan dengannya kita lebih mendekatkan diri kepada Allah, namun yang sangat penting dan ditekannkan adalah selain mengerti ilmu keagamaan, juga mengerti ilmu-ilmu pengetahuan yang bersifat eksakta, dan juga dengan pengetahuannya itu akan semakin mendekatkan dirinya kepada Allah. Dalam Al-Qur’an surah Al-Imran ayat 191 Allah berfirman yang menunjukkan tanda orang-orang ulul albab (berfikir) : “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata : Ya Tuhan kami, tiadalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci engkau, maka peliharalah kami dari api neraka” Ayat diatas mengindikasikan bahwa selain pentingnya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan keagamaan, juga penting ilmu-ilmu sains dan eksakta, karena dengan sains lah segala rahasia-rahasia alam ini dapat dipecahkan. Islam sangat menganjurkan untuk menuntut ilmu dan mengajarkannya,pendidikan adalah merupakan suatu keharusan, proses ta’lim atau ajar mengajar adalah sangat penting dalam islam, makanya oleh sebab itu wahyu pertama yang diturunkan adalah perintah untuk membaca. Bahkan Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya menyebutkan bahwa “tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”, ada juga hadits yang menyebutkan “tuntulah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Hadits yang lain menyebutkan bahwa “sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”. Maka oleh sebab itu sangat penting proses belajar dan juga mengajar dalam pendidikan. 

C. Proses Pembelajaran Islam

 Tentu terdapat banyak proses-proses pembelajaran dalam islam, contohnya dimulai pada masa zaman kekhalifahan Harun Ar-Rasyid, ketika khalifah meminta Imam Malik rahimahullah untuk mengajarkan hadits di istana untuk anak-anaknya, maka dengan segera beliau memuji dan mendoakan kebaikan kepada khalifah dan mengatakan : Ilmu itu datang dari lingkungan, jika kalian memulikannya, ia akan menjadi mulia, jika kalian merendahkannya ia akan menjadi hina, ilmu harus didatangi, bukan mendatangi. Ini merupakan salah satu proses pendidikan dan juga pembelajaran dalam islam, dalam konteks kekhalifahan Harun Ar-Rasyid dan masa-masa Imam Malik rahimahullah. Hal ini juga diungkapkan oleh Sayyid Quth dalam bukunya yang berjudul Ma’allim fi Ath-Thariq, Sayyid Quth menjelaskan bahwa “kehebatan generasi sahabat bukan semata-maat karena disana ada Rasulullah SAW, sebab jika itu jawabannya maka islam bukan agama yang rahmatan lil aa’lamin. Kehebatan mereka terletak pada semangat mereka untuk belajar lalu secara maksimal berupaya mengamalkannya. Nah ternyat proses belajar tidak hanya sebatas pada belajar sesuatu, namun juga mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari itu, karena dengan mengamalkan ilmu yang kita dapat, maka ilmu akan semakin berkembangan dan semakin kuat pemahamannya akan ilmu tersebut. Yang dituliskan disini hanya sebagian kecil dari dua contoh bagaimana proses pendidikan dalam islam, dan masih sangat banyak lagi bagaimana saja proses-proses pembelajaran dalam islam. Wallahu A'la
sumber : http://www.kompasiana.com