Lima Tahun Perang di Suriah, dan Tujuan Iran Menghapus Sunni Dari Dunia Arab


DAMASKUS  – Iran yang menjadi 'induknya” Syirah di seluruh, ikut memiliki peran yang sangat besar atas luluh-lantaknya Suriah. Iran yang memiliki ambisi ingin menguasai Dunia Arab dan Timur Tengah mengeksploitasi Suriah, Yaman, dan Lebanon menjadi pusat pusaran koflik dan perang yang bertujuan melakukan pemusnahan golongan Sunni

Peran Iran dalam perang di Suriah benar-benar menjadi sejarah yang sangat absurd dan menjijikkan. Campur tangan dan dukungan dana, senjata, dan seluruh kekuatan personil militer, habis-habisan digunakan mendukung rezim Syi'ah Alawiyyin Bashar al-Assad, memusnahkan golongan Sunni.

Iran yang pernah mendapatkan julukan oleh Presiden Amerika George Bush Jr sebagai “evil” (setan), berhasil memanipulasi pusat-pusat kekuasaan di Barat dengan membuat opini palsu yaitu “teroris”. Dengan bekal “teroris” itulah Iran menggerus, menghancurkan golongan Sunni, dan dengan segala dukungan oleh negara-negara utama Barat. Termasuk Barat dalam hal ini, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Perancis, dan Jerman telah mendukung program nuklir Iran.

Iran berhasil memanipulasi dunia, bahwa golongan Sunni sebagai “biang kerok” aksi-aksi terorisme secara global. Sekarang seluruh kekuatan global berada dibelakang Iran, dan mereposisi Iran sebagai kekuatan di Timur Tengah bersama dengan negara-negara utama Barat, bahu membahu dalam kerjasama memerangi teroris. Syirah Iran telah berhasil menggeser masalah utama di Timur Tengah dengan isu terorisme.

Masalah utama di Timur Tengah dan di Dunia Arab, yaitu adanya “cancer” yang sangat ganas, dan berada di dalam jantung Dunia Arab, yaitu Zionis-Israel. Inilah hakikat masalah utama yang sangat mendasar. Sejak Zionis menjadi entitas politik dan berhasil menciptakan negara di tanah Palestina, maka “cancer” itu, semakin menggerogoti tubuh bangsa Arab secara kejam.

Sejak perang dan konflik yang sudah berlangsung selama lima tahun, Suriah sudah hancur berkeping-keping, luluh-lantak, dan terjadinya tragedi kemanusiaan yang sangat luar biasa. Rezim minoritas Syi'ah Alawiyyin, yang dipimpin oleh Bashar al-Assad telah melakukan “genosida” dan “pembersihan” kaum Sunni di Suriah, yang di dukung Iran dan Barat dengan dalih memerangi teroris.

Sejak tahun 2009 sampai hari ini, rezim Syiah Iran membantu rezim Syiah Suriah dengan dukungan teknis, sistem sosial, media, pengawasan, intelijen dan dukungan penasihat militer bertujuan memadamkan protes terhadap Bashar al-Assad. Sekarang berubah total dukungan Iran menjadi dukungan yang tanpa batas terhadap Bashar al-Assad. Iran terus memasok senjata rudal, termasuk rudal balistik, pasukan, milisi dan ahli-ahli strategi perang melanggengkan Bashar al-Assad dan menghancurkan para pejuang Sunni.

Teheran tidak ingin melihat negara-negara Arab jatuh ke tangan fundamentalis Sunni yang dipandang menjadi ancamann bagi Iran. Dengan menggunakan pion-pion yang menjadi perpanjangan tangan Teheran, seperti Bashar al-Assad, Al Abadi, Hasan Nasrullah, dan sejumlah tokoh Syiah lainnya, Iran terus memainkan perannya menggerus dan menghancurkan golongan Sunni. Sampai tak bersisa lagi. Seperti di Suriah dan Irak. Wallahu'alam.