Wujud Fisik Rasulullah Saw



Rasulullah Saw

 

Saat seseorang memandang fisik Rasulullah Saw, ia segera merasakan bahwa ia sedang berada di depan keindahan yang mengagumkan dan tak ada duanya. Penampilan yang mencerminkan kepercayaan yang mutlak dan tak terbatas. 

Berikut ini adalah pendapat yang disepakati oleh mereka yang bertemu dan melihat langsung Rasulullah Saw, seperti ditulis dalam kitab Ar-Rasul Sawkarya Syaikh Said Hawwa. 

At-Tirmidzi dan al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, “Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih indah dari Rasulullah Saw. Seakan-akan mentari bersinar dari wajah beliau. Aku tidak pernah dapati seseorang yang lebih cepat jalannya dibandingkan beliau, seakan-akan bumi melipat sendiri tubuhnya saat beliau berjalan. Ketika aku ikut berjihad, aku lihat beliau tidak pernah berlindung di balik perisai.”

Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Al Barra berkata, “Rasulullah Saw mempunyai pundak yang lebar, rambutnya mencapai ujung telinga, dan tidak pernah ada orang yang lebih indah dipandang dibandingkan beliau.”

Muslim meriwayatkan dari Abu Thufail bahwa ia pernah diminta untuk menceritakan tentang Rasulullah Saw kepada kami, kemudian ia menjawab, “Beliau memiliki wajah yang putih dan berseri.”

Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata, “Rasulullah Saw memiliki dua kaki yang kokoh dan tegap, dan wajah yang indah, yang belum pernah kutemukan wajah seindah itu sebelumnya.”

Ad-Darimi meriwayatkan bahwa Ibnu Umar berkata, “Aku tidak pernah temukan orang yang lebih berani, dermawan, dan lebih bersinar wajahnya, dibandingkan Rasulullah Saw.”

Ahmad dan Baihaqi meriwayatkan bahwa Mahrasy Ka’bi berkata, “Rasulullah mengambil umrah dari Ji’ranah, pada malam hari. Dan ketika saya melihat bagian belakang tubuh beliau, saya seperti melihat perak yang menyala.”

Abdullah bin Imam Ahmad serta al-Baihaqi meriwayatkan bahwa Ali ra berkata, “Rasulullah Saw bukanlah orang yang tubuhnya tinggi menjulang. Jika berjalan bersama rombongan, beliau tampak menonjol. Wajahnya putih, kepalanya besar, alis matanya panjang dan hitam, dan jika ada keringat yang menetes dari wajah beliau, akan tampak seperti mutiara. Aku tidak pernah melihat wajah seindah wajah beliau, sebelumnya atau setelahnya.”

Deskripsi tentang Rasulullah Saw yang diberikan oleh Hindun bin Abi Halah, “Tubuh Rasulullah Saw menampakkan pribadi yang agung. Wajahnya bersinar seperti bulan purnama. Kepalanya besar. Rambutnya keras. Kulitnya putih kemerahan. Keningnya luas. Alisnya tebal. Jika marah, keningnya meneteskan keringat. Hidungnya mancung. Tubuhnya diliputi cahaya. Orang yang tidak memerhatikan dengan saksama menyangkanya amat tinggi. Jenggotnya tebal. Matanya hitam. Kedua pipinya tirus. Mulutnya lebar. Giginya indah. Memiliki bulu halus di atas perut. Lehernya amat halus. Tubuhnya sedang. Sedikit gemuk dan tegap, dengan perut dan dada yang seimbang. Dadanya bidang. Kedua pergelangan tangannya panjang. Telapak tangannya luas. Kedua kaki dan tangannya kekar. Jari-jarinya panjang. Jalannya tegap, seperti sedang turun dari ketinggian. Jika menoleh, dengan seluruh tubuhnya. Pandangannya selalu tertunduk ke tanah, dan jarang sekali mendongakkan matanya ke langit…”

Jika Rasulullah Saw menyentuh seseorang, orang tersebut akan merasakan ketenangan yang mengagumkan, dan perasaan ketinggian ruhani yang menakjubkan.

Ahmad meriwayatkan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash berkata, “Suatu ketika aku jatuh sakit di Mekah. Kemudian Rasulullah Saw menjenguk, meletakkan tangan beliau di kening, dan mengusap wajah, dada, serta perutku. Hingga saat ini, aku masih merasakan sentuhan tangan beliau di jantung.”

Muslim meriwayatkan bahwa Jabir bin Samurah berkata, “Suatu ketika Rasulullah Saw mengusap mukaku dengan tangannya. Aku dapati tangan beliau demikian sejuknya dan berbau wangi. Seakan-akan tangan tersebut baru dikeluarkan dari kantong kesturi.”

Penampilan beliau memberikan sugesti kepada orang yang melihatnya bahwa orang tersebut sedang berdiri di hadapan seorang Nabi.

Abu Ramtsah Tamimi berkata, “Aku mendatangi Nabi Saw bersama anakku. Ketika aku melihat beliau, hatiku langsung berkata, ‘Orang ini pastilah Nabi Allah.”

Abdullah bin Rawahah berkata tentang Rasulullah Saw, “Seandainya tidak ada ayat-ayat penjelas pun, yang menerangkan beliau sebagai Rasul, niscaya penampilan dan tubuh beliau sudah cukup menjadi keterangan itu.”

Ini adalah sebagian riwayat yang menjelaskan tentang tubuh Rasulullah Saw. Semua keagungan postur tubuh beliau harus diceritakan, sehingga umat Islam dapat menangkap dengan jelas kepribadian Rasulullah Saw dari segala seginya. Wallahu a’lam. 
(suaraislam)