Ingin Rajin Tahajjud? Coba 6 Kiat dari KH Muhammad Arifin Ilham Ini



ilustrasi @www.mygodisone.com

Sebelum menerima risalah dakwah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam diwajibkan untuk mendirikan shalat Tahajjud. Ialah shalat yang paling utama setelah shalat fardhu dan kebiasaan orang-orang shalih terdahulu.

Seiring berjalannya masa, shalat Tahajjud diubah hukumnya menjadi sunnah. Sebab ada begitu banyak sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam yang merasa berat karena seharian beraktivitas di siang harinya dalam rangka beribadah kepada Allah Ta’ala.

Tahajjud merupakan salah satu amalan yang paling utama dalam Islam. Ia menduduki peringkat yang tinggi. Siapa rajin mendirikannya, Allah Ta’ala menjanjikan derajat yang tinggi di dunia dan akhirat.

Sayangnya, kita merasa berat untuk mendirikan ibadah unggulan ini. Banyak alasan yang kita sampaikan. Banyak kendala yang terkesan menyulitkan kita untuk melakukan ibadah agung ini.

Sebagai salah satu jalan ikhtiar, jika ingin menjadi pribadi yang rajin mendirikan shalat Tahajjud, tidak ada salahnya untuk melakukan kiat-kiat berikut. Ada enam kiat agar kita rajin Tahajjud. enam kiat ini merupakan nasihat agung dari Kiyai Haji Muhammad Arifin Ilham.

Pertama, luruskan niat. Perbaiki niat dengan senantiasa beramal dalam rangka taat kepada Allah Ta’ala. Sebaliknya, perbuatan dosalah yang membuat kita merasa berat dalam melakukan shalat Tahajjud. “Sungguh-sungguhlah dalam taat karena dosa merupakan sebab utama kemalasan.” tutur Kiyai Arifin.

Kedua, senantiasa belajar. Baca dan pahamilah ayat-ayat dan hadits-hadits serta atsar para ulama yang menyebutkan tentang kemuliaan dan keagungan shalat Tahajjud.

Ketiga, tidur lebih awal dengan sunnah. Jangan begadang untuk urusan yang sia-sia. Biasakan tidur lebih awal agar bangun lebih awal dalam keadaan segar bugar. Tidur lebih awal juga tidak cukup, tapi harus melakukan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sebelum tidur. “Berwudhu dan berdoa sebagaimana diteladankan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam dan para sahabat.” ujar dai yang selalu berbusana serbaputih ini.

Keempat, jangan asal pilih sahabat. Kiyai Arifin memberikan nasihat, “Bersahabat dekatlah dengan hamba Allah Ta’ala yang sudah terbiasa menikmati ibadah Tahajjud.” Benar saja. Seseorang akan dimudahkan untuk menjadi sebagaimana sahabatnya. Dengan memperbanyak sahabat yang rajin Tahajjud, insya Allah kita akan ‘ketularan’.

Kelima, bergabung dengan komunitas. Di zaman modern ini, dakwah semakin mudah. Ada banyak komunitas yang didirikan oleh kaum Muslimin dengan tujuan saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Bergabunglah dengan komunitas yang intens mendidik dan mengingatkan sesama Muslim agar rajin mendirikan Tahajjud.

Keenam, sering silaturahim ke ulama dan duduk di majlisnya. Inilah taman surga di dunia. Inilah sarana untuk memperbagus iman dan amal shalih. Inilah perkumpulan yang di dalamnya hanya ada keberkahan dan kebaikan.

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (Qs al-Muzzammil [73]: 6)

Wallahu a’lam. (kisahikmah)