Inilah Lelaki yang Mendapat Warisan Dosa Hingga Hari Kiamat

Inilah Lelaki yang Mendapat Warisan Dosa Hingga Hari Kiamat


Tahukah kamu bahwa ternyata diantara umat manusia, ada satu orang lelaki yang mendapatkan warisan dosa hingga hari kiamat? Dengan demikian, ia dipastikan menjadi salah satu penghuni neraka yang akan merasakan azab yang sangat pedih di akhirat kelak. 

Padahal ia bukanlah seorang lelaki biasa, sebab ayahnya adalah seorang Nabi. Dan bukan hanya itu saja, karena ternyata ayahnya adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT.Sehingga sudah seharusnya ia menunjukkan sikap yang baik. 

Inilah Lelaki yang Mendapat Warisan Dosa Hingga Hari Kiamat

Akan tetapi, dikarenakan nafsunya maka Allah SWT pun menjadikan ia sebagai salah satu orang-orang yang merugi bukan hanya di dunia namun juga di akhirat. Bahkan disebutkan pula bahwa kelak ia akan menempati neraka jahanam sebagai tempat tinggalnya di akhirat. Lantas, siapakah lelaki yang dimaksud ? Dan apa yang telah diperbuatnya hingga ia mendapatkan warisan dosa ? Berikut ulasan selengkapnya. 

Disebutkan bahwa ada dua orang lelaki yang berasal dari ayah dan ibu yang sama. Sehingga mereka berdua adalah saudara kandung sedarah, dan kakak beradik. Akan tetapi, dikarenakan rasa iri dan dengki maka salah satu diantaranya membunuh saudaranya yang lain. 

Adalah Habil dan Qabil, putra Nabi Adam AS dan Siti Hajar. Dimana pada saat itu kurban Habil diterima oleh Allah SWT, sedangkan kurban Qabil di tolak. Sehingga Qabil pun menjadi iri dan dengki kepada saudara kandungnya tersebut. 

Ia tidak ingin orang-orang tahu bahwa kurbannya ditolak, sehingga ia pun mengancam untuk membunuh Habil. Meskipun mendapat ancaman dari saudaranya, namun Habil tidak sedikit pun mengindahkan ancaman Qabil. Bahkan ia justru mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh saudaranya tersebut.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, surat Al-Maidah ayat 28 bahwa,
“Sungguh, jika kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.”

Dengan begitu, secara tegas Habil berkata bahwa ia tidak akan berupaya sedikitpun untuk membunuh Qabil yang berniat membunuhnya. Karena ia tidak ingin menjadi orang-orang yang merugi seperti Qabil. Sebab, apabila ia melakukan hal yang sama, maka berarti ia sama saja dengan Qabil.Selain itu, Habil juga merasa takut kepada Allah SWT.Sehingga ia tidak ingin melanggar perintahnya. 

Dengan demikian ia tidak ingin membunuh meskipun dirinya hendak dibunuh, sebab ia takut akan siksa yang diberikan di neraka kelak. Sebagaimana Rasulullah bersabda bahwa, "orang yang membunuh dan dibunuh akan dimasukkan ke dalam neraka. Sebab orang yang hendak dibunuh, juga berniat membunuh orang yang ingin membunuhnya."

Kemudian, Habil pun berkata bahwa, “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri.Maka kamu (Qabil) akan menjadi penghuni neraka. Dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Maidah : 29)

Dimana pada saat itu, Habil pun berusaha untuk mengingakan saudaranya bahwa jika Qabil membunuhnya, maka ia bukan hanya akan membawa dosa karena membunuh saudaranya, namun juga dosa yang telah ia lakukan sebelumnya. Bahkan ia akan menjadi penghuni neraka sebagai balasan bagi orang yang zalim. 

Namun sayangnya, Qabil telah terpengaruh oleh bisikan nafsunya untuk membunuh Habil, saudara kandungnya. Sehingga ia tetap membunuh saudaranya tersebut. Sebagaimana disebutkan bahwa, 
“Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Sebab itu dibunuhlah ia (Habil). Maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya (Habil). Berkata Qabil, “Aduhai celaka aku. Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu, jadilah dia (Qabil) seorang di antara orang-orang yang menyesal.” (Qs. Al-Maidah : 30)

Dan setelah ia membunuh saudaranya tersebut, maka muncullah rasa penyesalan di dalam dirinya. Tetapi, penyesalannya tersebut tidak berguna lagi. Sebab, dikarenakan perbuatannya tersebut, maka ia digolongkan sebagai orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat. 

Bukan hanya itu saja, bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa, 
“Tidaklah seseorang dibunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama (membunuh) itu (Qabil) mendapatkan bagian darahnya. Karena ia adalah orang yang pertama kali melakukan pembunuhan.” (HR. Abu Dawud). (palingyunik)