Fenomena Balap terakhir F1 Rio Haryanto di GP Hungaria?


Fenomena Balap terakhir F1 Rio Haryanto di GP Hungaria?

Image copyrightAFPImage captionRio Haryanto mengatakan kepada BBC Indonesia ia berharap dapat terus balap pada musim ini.

Grand Prix Formula 1 di Budapest, Hungaria, tanggal 24 Juli akan menjadi balap terakhir bagi pembalap Manor Racing Rio Haryanto berdasarkan kontrak yang ada saat ini karena dana sebagai pay driver masih belum jelas.

Rio Haryanto sendiri sebelumnya menyatakan masalah finansial ini tidak mempengaruhi fokusnya di lapangan.

Manajer Rio, Piers Hunnisett, mengatakan kepada BBC Indonesia, 'masih belum ada berita' hingga Jumat (22/07) saat ditanya kepastian dana namun menyatakan optimistis akan segera ada penyelesaian.

Keikutsertaan Rio Haryanto sebagai pay driver atau pembalap yang membawa sponsor di Manor Racing memerlukan biaya 15 juta euro, sebagian telah dibayar oleh Pertamina namun masih tersisa sekitar 7 juta euro.

Rio hanya bisa mengikuti 11 balap F1 musim ini, yaitu hingga GP Hungaria pada hari Minggu (24/07) mendatang bila dana itu tidak terpenuhi.
Berhenti balap F1 atau lanjutkan?

Sebagian komentar melalui Facebook BBC Indonesia menyebutkan Rio lebih baik berhenti balap karena dana yang terlalu besar namun sebagian lain menyebutkan prestasi di F1 merupakan sesuatu yang luar biasa.

Akun atas nama Handi Pribadi antara lain yang menulis, "Mengapa buang buang uang segitu banyak... kenapa harus cari kebanggaan kalau memang belum mampu sendiri," sementara Aryha Kasman, menulis, "Kalau mikir rakyat banyak yang tidak makan, bagaimana mau bangkit, anak-anak muda ke kancah internasional, daripada dana dikorupsi lebih baik gunakan ke hal yang baik."

Manajer Piers Hunnisett mengatakan sebelumnya kepada BBC Indonesia bahwa banyak pihak yang menyatakan minat termasuk Jepang dan Malaysia namun masih belum ada kelanjutan.

"Rio adalah satu-satunya pembalap (di F1) dari Asia Tenggara dan ada minat dari Jepang, Malaysia, dan Thailand. Kami tentu mau menerima dana dari negara lain, namun Rio akan tetap tampil sebagai pembalap Indonesia dan dia bangga sebagai pembalap Indonesia," kata Hunnisett awal Juli lalu kepada BBC Indonesia.Image copyrightAFPImage captionRio dalam latihan di sirkuit Hungarorig, sekitar 30 km dari ibukota Budapest, Jumat (22/07).

Dalam GP di Austria, Rio berada di posisi ke-16 dan rekan satu tim Pascal Wehrlein mendapatkan satu poin, angka pertama untuk Manor, dengan duduk di posisi ke-10.

Pengamat F1 yang juga pemimpin redaksi Tabloid Bola, Arief Kurniawan, mengatakan dana yang telah dikeluarkan sejauh ini dari Pertamina untuk Rio tergolong kecil.

"Uang yang sudah dikeluarkan sponsor buat Rio walau buat sebagian besar rakyat kita itu besar, tapi sesungguhnya tergolong lumrah di F1. Bahkan bila dibandingkan sponsor-sponsor kelas kakap yang sudah lama di F1, seperti Petronas (dari Malaysia) yang sudah sejak 1996, jumlah itu tak ada apa-apanya," kata Arief.

Walaupun Rio sejauh ini belum berhasil meraih posisi 10 besar untuk mendapat satu angka, apa yang didapat Pertamina sudah melebihi nilai sponsor, kata Arif.

"Dengan satu poin yang sudah didapat tim Manor, walau bukan dari Rio melainkan dari rekan setimnya Pascal Wehrlein, itu bisa bernilai lebih dari jumlah sponsor Pertamina. Manor bisa mendapatkan belasan juta atau bahkan puluhan juta dolar dari hasil pembagian hak komersial F1 di akhir musim," tambahnya.

Rio sendiri menyatakan harapannya dapat meneruskan balap F1 untuk musim ini dan juga pada balap musim depan
Sourche: BBC.COM

0 Response to "Fenomena Balap terakhir F1 Rio Haryanto di GP Hungaria?"

Post a Comment