Siklus Peredaran Darah Besar dan Siklus Peredaran Darah Kecil

Siklus Peredaran Darah Besar dan Siklus Peredaran Darah Kecil

afdhalilahi.com - Peredaran dari darah di tubuh kita dibagi menjadi dua macam bagian siklus, yaitu darah besar & kecil. Mengapa ada disebut siklus darah besar & kecil? Untuk memahami mengapa dinamai siklus darah besar & kecil, mari kita simak uraian plengdut berikut ini.


Perbedaan peredaran besar & kecil
Peredaran atau siklus dari darah pada manusia dibagi menjadi dua yaitu besar & kecil. Siklus darah besar sering disebut juga sebagai siklus sistemik, sedangkan siklus kecil sering disebut juga siklus paru. Ada beberapa perbedaan antara siklus darah besar serta siklus kecil ini, diantaranya yaitu:




1. Panjang Saluran antara siklus darah besar dan kecil


Pada siklus darah besar, darah yang diangkut melalui saluran hidrostatik yang cukup panjang, sedangkan pada siklus kecil salurannya lebih pendek dibandingkan pada siklus darah besar.2. Tugas utama antara darah besar & kecil
Darah Besar umumnya bertugas mengalirkan ke seluruh organ dari tubuh kita.
Kecil: Hanya bertugas mengalirkan ke paru-paru tubuh kita saja.

3. Fungsi utama antara darah besar & kecil
Darah Besar Berfungsi sebagai penyuplai ke seluruh organ tubuh.
Kecil : Berfungsi menyuplai hanya ke paru-paru

4. Tekanan awal antara darah besar & kecil
Darah Besar Membutuhkan tekanan yang besar untuk awal dari suplai.
Kecil : Membutuhkan tekanan kecil untuk suplai


Pengertian Darah
Darah sendiri memiliki pengertian berupa zat cair dimana hampir dimiliki oleh semua golongan makhluk hidup tingkat tinggi terkecuali pada tumbuhan. Salah satu fungsi utama darah yaitu mengirimkan oksigen serta zat-zat dimana sangat dibutuhkan jaringan pada tubuh kita. Fungsi lain darah yaitu sebagai pengangkut berbagai macam bahan kimia yang dihasilkan pada metabolisme, dan darah juga memiliki peranan penting pada kekebalan tubuh terhadap bakteri atau virus.

Di dalam bahsa Yunani, darah disebut juga haima, dari kata haima inilah kemudian dunia medis memberi istilah awalan kata hemo- maupun hemato untuk menamai segala sesuatu yang berkaitan dengan cairan darah ini.

Hemolimfe merupakan nama lain dari darah pada serangga, dimana darah pada serangga ini tidak memiliki peran dalam peredaran dari oksigen. Lalu bagaimana cara serangga mengedarkan oksigen tanpa melalui peredaran melewati darah? Serangga pada umumnya melakukan peredaran oksigen menggunakan sistem trakea. Sistem trakea ini sendiri biasanya berbentuk saluran yang langsung menyalurkan oksigen ke seluruh jaringan dari tubuh serangga. Sehingga darah pada serangga hanya berfungsi sebagai pengangkut zat-zat ke seluruh jaringan dari tubuh serangga serta membuang sisa bahan metabolisme.

Fungsi darah di dalam tubuh hewan pada umunya memiliki fungsi sebagai pengangkut oksigen pada insang maupun paru-paru dan kemudian di edarkan ke seluruh jaringan tubuh. Pada cairan darah ini juga terdpat hemoglobin dimana memiliki fungsi sebagai pengikat oksigen pada darah. Hewan-hewan yang tidak bertulang belakang atau invertebrata berukuran kecil, biasanya oksikan akan langsung meresap dalam plasma darah dikarenakan protein yang membawa oksigen terlarut secara bebas.

Siklus Peredaran
Untuk mengetahui siklus perjalanan dari peredaran pada darah besar & kecil ini, mari kita simak uraian dan gambar berikut ini:

Siklus peredaran arus darah siklus kecil (atas) dan siklus peredaran arah darah siklus besar (bawah)



a. Peredaran aliran darah besar
Peredaran perputaran darah besar atau sistemik ini merupakan siklus suplai distribusi yang dimulai dari jantung dan mendistribusikan ke berbagai bagian tubuh, yang bekerja berbeda dengan sirkulasi kecil (paru).
Secara lengkap sistem peredaran besar dapat dijelaskan sebagai berikut.

Dari atrium kiri darah (kaya oksigen) mengalir ke ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis.
Kontraksi ventrikel menyebabkan katup aorta membuka.
Pada aorta terdapat arteri-arteri yang keluar langsung ke permukaan jantung dan ke seluruh tubuh.
Arteri ini menuju ke arteriol-arteriol, yang selajutnya membawa darah yang kaya akan oksigen ke kapiler seluruh tubuh, pada pembuluh kapiler ini terjadi pertukaran, yaitu oksigen dari darah akan berdifusi masuk ke jaringan dan karbondioksida dari jaringan akan berdifusi masuk ke dalam darah, selanjutnya akan menuju ke venula dan akhirnya menuju ke vena cava.
Selanjutnya dari organ tubuh yang berada di bawah jantung akan menuju ke vena cava inferior, sedangkan dari organ yang berada diatas jantung akan mengalir menuju vena cava superior, kedua vena besar tersebut akan bermuara di atrium kanan dengan membawa darah yang kaya akan karbondioksida.
Selain itu pada aorta terdapat arteri yang keluar langsung ke permukaan jantung. Arteri ini menuju ke arteriol-arteriol, yang selanjutnya memberikan darah ke kapiler menuju ke seluruh bagian jantung.
Kapiler-kapiler ini disaring oleh venula yang menuju ke vena koroner (vena dari jantung dan ke jantung) yang bermuara ke atrium kanan.


b. Peredaran kecil
Peredaran kecil ini juga disebut siklus paru yang dimulai pada jantung dan berlanjut ke paru-paru. Dalam peredaran kecil dimana darah terdeoksigenasi dari jantung dibawa ke paru-paru dan pada gilirannya, kembali darah beroksigen ke jantung. Kemudian meninggalkan jantung (ventrikel kanan) melalui dua arteri paru-paru dan bergerak ke paru-paru. Di paru-paru, respirasi terjadi di mana sel darah merah (eritrosit) melepaskan karbon dioksida dan menyerap oksigen. Darah beroksigen dari paru-paru ini kemudian dibawa kembali ke jantung (atrium kiri) dengan bantuan pembuluh darah paru.

Secara lengkap sistem peredaran kecil dapat dijelaskan sebagai berikut.
Darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbondioksida masuk ke atrium kanan melalui pembuluh vena.
Dari atrium kanan kemudian akan mengalir ke ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.
Kemudian ventrikel berkontraksi sehingga katup trikuspidalis terutup, tetapi memaksa katup pulmonalis yang terletak pada lubang arteri pulmonalis terbuka.
Selanjutnya masuk ke arteri pulmonalis yang bercabang ke kiri dan ke kanan yang masing-masing menuju paru-paru kiri dan kanan.
Arteri pulmonalis ini bercabang menjadi arteriol. Arteriol mengalirkan darah menuju kapiler di paru-paru.
Di kapiler paru-paru inilah darah melepaskan karbondioksida dan mengambil oksigen. Kemudian masuk ke venula, selanjutnya ke vena pulmonalis yang membawa darah yang kaya akan oksigen menuju ke atrium kiri.


Itulah tadi penjelasan singkat mengenai peredaran dari darah siklus darah besar serta kecil pada tubuh kita. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman semua dalam belajar online.
Sourche: plengdut.com

2 Responses to "Siklus Peredaran Darah Besar dan Siklus Peredaran Darah Kecil"

  1. Selain isinya yang sangat bermanfaat, kemasan artikelnya juga sangat bagus dan patut untuk dicontoh..thanks, saya akan selalu balik ke situs ini.. Update terus ya...

    ReplyDelete