Pengertian Geokronologi dan Hukumnya


Geokronologi

Hukum dasar geokronologi

Law of Uniformitarianism

Hukum ini berbunyi “ The present is the key not only to the past but also to the future”

Yang artinya ialah bahwa proses-proses geologi yang terjadi di masa sekaranng, pasti terjadi di masa lampau dan akan terjadi juga di masa yang akan datang. Hal tersebut dibuktikan denganadanya  batu gamping koral yang ditemukan di puncak Mount Everest, sedangkan saat sekarang batu gamping koral sedang tumbuh di laut.

Hukum ini dicetuskan oleh James Hutton dan dipopulerkan oleh Charles Lylle.

Law of Original Horizontality

Hukum ini berbunyi “pada mulanya batuan sedimen diendapkan secara horizontal di dasar cekungan sejajar dengan permukaan bumi”. Hukum ini dicetuskan oleh Steno.

Law of Superposition

Hukum ini berbunyi “ The Lower is the older and the upper is the younger” yang artiinya ialah pada sekuen lapisan yang belum terganggu, batuan yang tertua atau yang terendapkan paling awal akan berada di paling bawah dan abtuan yang termuda atau yang terendapkan paling akhir akan berada di atas.

Hukum ini diusulkan oleh Steno dan didemonstrasikan oleh James Hutton.

Principles of Cross-cutting Relationship

Hukum ini berbunyi “ Satuan batuan atau sesar yang memotong menyilang satuan batuan lain atau sesar lain, berumur lebih muda daripada satuan batuan atau sesar yang dipotongnya.

Principle of Faunal Succesion

Hukum ini berbunyi  “ Karena adanya evolusi, berbagai fosil yang terawetkan di dalam suatu sekuen batuan, kenampakan fisiknya berubah secara gradual dan teratur sejalan dengan waktu.”  Dengan ditemukannya kelompok fosil dalam batuan maka dapat digunakan untuk mengkorelasikan secara geografik antara suatu daerah dengan daerah lain.

Hukum ini dicetuskan oleh William Smith.

HUKUM V

Hukum “V”ialah Hubungan antara lapisan yang mempunyai kemiringan dengan bentuk topografi berelief akan menghasilkan suatu pola singkapan yang beraturan, dimana aturan tersebut dikenal dengan hukum “V”.  Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut :

Lapisan horizontal akan membentuk pola singkapan yang mengikuti pola garis kontur

Lapisan dengan kemiringan yang berlawanan dengan arah kemiringan lereng maka kenampakan lapisan akan memotong lembah dengan pola singkapan membentuk huruf “V” yang berlawanan dengan arah kemiringan lembah

Pada lapisan tegak akan membentuk pola singkapan berupa garis lurus dimana pola singkapan ini tidak dipengaruhi oleh keadaan topografi.

Lapisan yang miring searah dengan arah kemiringan lereng dimana kemumgan lapisan lebih besar danpada kemiringan lereng akan membentuk pola smgkapan dengan huruf “V” mengarah sama (searah) dengan arah kemiringan lereng.

Lapisan dengan kemiringan yang searah dengan kemiringan lereng dimana besar kemiringan lapisan lebih kecil dari kemiringan lereng , maka pola singkapannya akan membentuk huruf “V” yang berlawanan dengan arah kemiringan lereng /lembah.

Lapisan yang kemiringan nya searah dengan kemiringan lembah dan besarnya kemiringan lapisan sama dengan kemiringan lereng/lembah maka pola singkapan tampak.

KEGUNAAN MEMPELAJARI GEOKRONOLOGI

Dalam mempelajari geokronologi, dapat diketahui urutan kronologis berbagai proses geologi, namun tidak dapat diketahui pasti kapan proses tersebut terjadi di masa lampau hanya dapat mengetahui umur relative yang dipergunakan untuk menentukan urutan kejadian pembentukan batuan. Selain itu dapat mengetahui sejarah geologi bumi, dan mengetahui umur dari kumpulan fosil.