Kaidah Bahasa Indonesia ( Fonologi, Morfologi, Sintaksio, Semantik dan Etimologi)

meliuti:1. Fonologi

Fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Istilah fonologi, yang berasal dari gabungan kata Yunani phone 'bunyi' dan 'logos' tatanan, kata, atau ilmu' dlsebut juga tata bunyi.Bidang ini meliputi dua bagian.
a. Fonetik,
yaitu bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suate bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia, vokal 5, konsonan 21.
b. Fonemik,

yaitu bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti. Bunyi ujaran yang bersifat netral, atau masih belum terbukti membedakan arti disebut fona, sedang fonem ialah satuan bunyi ujaran terkecil yang membedakan arti.
Variasi fonem karena pengaruh lingkungan yang dimasuki disebut alofon. Gambar atau lambang fonem dinamakan huruf. Jadi fonem berbeda dengan huruf. Vokal adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar tanpa rintangan. Konsonan adalah fonem yang dihasilkan dengan menggerakkan udara keluar dengan rintangan. Yang dimaksud dengan rintangan dalam hal ini adalah terhambatnya udara keluar oleh adanya gerakan atau perubahan posisi artikulator .Untuk menghasilkan suatu bunyi atau fonem, ada tiga unsur yang penting yaitu:
a. Udara.
b. Artikulator atau bagian alat ucap yang bergerak,
c. Titik artikulasi atau bagian alat ucap yang menjadi titik sentuh articulator.
Diftong.

Diftong adalah dua vokal beurutan yang diucapkan dalam satu kesatuan waktu. Diftong dalam babasa Indonesia adalah ai ,au, dan oi.Contoh :petai, lantai, pantai, santai, harimau, kerbau, imbau, pulau, amboi.
Kluster

Kluster adalah konsonan rangkap yang diucapkan dalam waktu yang sama. Seperti strategi tidak dibaca seterategi.Fonem dan Pembuktiannya.

Fonem adalah satuan bunyi terkecil yang berfungsi membedakan arti. Fonem dapat dibuktikan melalui pasangan minimal. Pasangan minimal adalah pasangan kata dalam satu bahasa yang mengandung kontras minimal.Contoh :
Pola & rnembedakan /o/ dan/pula /u/

Barang & membedakan /b/ dan /p/parang Fonem dan Huruf Bahasa Indonesia memakai ejaan fonemis, artinya setiap huruf melambangkan satu fonem.
Namun demikian masih terdapat fonem-fonem yang dilambangkan dengan diagraf (dua hunuf melambangkan satu fonem) seperti ny, ng, sy, dan kh. di samping itu ada pula diafon (satu huruf yang melambangkan dua fonem) yakni huruf e yang digunakan untuk menyatakan e pepet dan e taling.
Huruf e melambangkan e pepet terdapat pada kata seperti : sedap, segar, terjadi. Huruf e melambangkan e taling terdapat pada kata seperti : ember, tempe, dendeng.

2. Morfologi
Ilmu yang mempelajari bentuk kata, diantaranya
a. Kata dasar
b. Kata jadian
Kata berimbuhan
Kata ulang
Kata majemuk

3. Sintaksio
Pola dasar kalimat
a. S. P (Sabjek, predikat)
Kalimat sempurna
Kalimat inti
Kalimat intransitive
Kalimat inversi
b. S. P. K (sabjek, prediket, keterangan)
Kalimat sempurna
Kalimat inti
Kalimat intransitive
c. S. P. O (sabjek, predikat objek)
Kalimat sempurna
Kalimat inti
Kalimat inversi
Kalimat transitif
d. S. P. O. K (sabjek, predikat, objek, keterangan)
Kalimat sempurna
Kalimat inti
Kalimat intransitive
Kalimat inverse
Kalimat transitif
Kalimat mayor.

4. Semantik (makna kata)
pukul dipakai untuk urusan waktu.
Jam dipakai menunjukkan benda yang berhubungan dengan waktu/ jumlah waktu.
5. Etimolologi (usal-usul kata)