Tokoh Syiah Ini Klaim Jumlah Penganut Syiah di Indonesia Jutaan Orang


Tokoh Syiah Ini Klaim Jumlah Penganut Syiah di Indonesia Jutaan Orang

JAKARTA (afdhalilahi.com)—Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI), Umar Shahab mengklaim jumlah penganut Syiah di Indonesia sudah jutaan orang.

Hal ini ia katakan saat menjadi pembicara pada diskusi “Syiah, Sektarian, dan Geopolitik” yang diselenggarakan Maarif Institute di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta baru-baru ini.

“Penganut Syiah sudah banyak, saya tidak tahu jumlah keseluruhannya. Tapi yang ABI perkirakan dari komunitas dan jaringan ABI jumlahnya satu juta sampai dua juta,” kata Umar.

Dia melanjutkan , ”Di Indonesia, sudah menyebar sampai ke seluruh Indonesia. Tidak ada kota besar yang tidak ada Syiah nya. Sampai ke Papua ada Syiah nya.”

Menurut Umar, penyebaran paham Syiah di Indonesia dilakukan melalui buku-buku yang disebar di masyarakat. Selain itu propaganda anti Syiah dinilai Umar juga menguntungkan pihak Syiah.

“Penyebaran Syiah di Indonesia karena buku-buku, pertama kali buku yang berbicara tentang Syiah adalah berjudul Dialog Sunni-Syiah terbitan Mizan. Propaganda anti Syiah tidak hanya menjadi penghambat tapi menjadi peluang juga masyarakat masuk ke Syiah. Banyak juga para tokoh yang masuk ke dalam Syiah propagandandan mencari tahu tentang syiah,” ujar Umar.

Dari 14 titik acara Asyuro, ada delapan titik yang berhasil digagalkan oleh umat Islam. Dari delapan titik itu tidak banyak yang hadir. Enam sisanya kami perkirakan juga demikian. Ini bukti jumlah mereka sedikit. Kami perkirakan tidak lebih dari sepuluh ribu orang.”


Soal klaim angka penganut Syiah di Indonesia yang berjumlah jutaan orang ini langsung dibantah Ustadz Ahmad Farid Okbah, pengamat gerakan Syiah.

Ustadz Farid memaparkan bahwa jumlah penganut Syiah diperkirakan tidak lebih dari sepuluh ribu orang.

Ini dibuktikan ketika ia bersama tim Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) memantau perayaan Asyura belum lama ini di beberapa kota.

“Dari 14 titik acara Asyura, ada delapan titik yang berhasil digagalkan oleh umat Islam. Dari delapan titik itu tidak banyak yang hadir. Enam sisanya kami perkirakan juga demikian. Ini bukti jumlah mereka sedikit. Kami perkirakan tidak lebih dari sepuluh ribu orang,” ungkap Ustadz Farid, Ahad (21/2/2016) di Bekasi, Jawa Barat.*[voa-islam/afdhalilahi]