Yang Terakhir Masuk Surga

Yang Terakhir Masuk Surga

Pada hari kiamat kelak, ketika semua manusia telah selesai dihisab dan memasuki tempatnya masing-masing, di surga atau di neraka, Allah berkehendak untuk menyelamatkan para penghuni neraka yang “pernah” menyembah Allah, walau hanya sesaat. Allah memerintahkan beberapa malaikat “menjelajah” neraka untuk menemukan mereka itu, yakni mereka yang masih tampak tersisa bekas-bekas sujud yang tidak terbakar api neraka. Dari bekas sujud yang tampak cukup besar dan sangat jelas, atau yang terlihat sangat kecil dan samar-samar.

Ketika mereka semua itu ditemukan dan diangkat dari neraka, keadaan tubuhnya hitam terbakar seperti arang. Kemudian dituangkan kepada mereka ma’ul khayaah (air kehidupan), dan mereka tumbuh bagaikan tumbuhnya bibit tumbuhan di tanah bekas banjir, dalam keadaan segar dan sebaik-baiknya penampilan. Sekali lagi Allah “memasang” mizan (timbangan amal), dan sebagian besar dari mereka dipersilahkan memasuki surga karena keburukan dan kejahatannya telah habis setelah “dicuci” di neraka. Tetapi tertinggal satu orang di antara surga dan neraka, walaupun keburukannya telah habis terbakar di neraka, tetapi sisa kebaikannya tidak cukup memberatkan mizan untuk bisa mengantarkannya ke surga. 

Dia itulah orang terakhir yang akan masuk surga, karena kasih sayang dan rahmat Allah. Tetapi tampaknya Allah tidak akan membiarkannya begitu saja memasuki surga tanpa “mencandainya” terlebih dahulu, sebagai bentuk kasih sayang-Nya. Sekaligus memaksimalkan kegembiraannya ketika nantinya masuk surga.

Allah menghadapkan wajahnya ke arah neraka. Setelah beberapa waktu lamanya, ia berdoa, “Wahai Tuhanku, palingkanlah wajahku dari neraka ini, baunya amat menyakitkan diriku, dan panasnya bisa membakarku!!”

Allah berfirman kepadanya, “Apabila permintaanmu itu Aku kabulkan, apakah engkau akan meminta lagi kepada-Ku?”

Orang itu berkata, “Tidak, ya Allah, demi kemuliaan-Mu!!”

Kemudian Allah membuat “semacam” perjanjian dengannya untuk tidak meminta lagi, dan Allah memalingkan wajahnya dari neraka ke arah surga. Ia bersyukur telah dihindarkan dari pemandangan neraka dan melihat pemandangan surga. Tetapi namanya manusia yang masih memiliki nafsu, walau saat itu telah menjadi nafsu yang diridhoi Allah dan nafsu yang ridho kepada Allah (rodhiyallahu ‘anhum wa rodhuu ‘anhu / an-nafsul muthma-innah…roodhiyatan mardhiyyah), melihat pemandangan yang begitu indah hanya dari kejauhan, bangkit keinginannya untuk melihat lebih dekat. Tetapi ia “terhalang” dengan perjanjian yang telanjur disetujuinya dengan Allah, karena itu ia hanya diam.

Beberapa saatnya ia diam, tetapi pergolakan hati dan nafsunya untuk lebih dekat kepada surga tidak pernah “diam”. Tampaknya ia tidak tahan lagi untuk meminta (berdoa) walau telah berjanji untuk tidak meminta. Ia menyadari, tidak Dzat yang paling sabar, paling memaafkan, yang tidak pernah jemu untuk mengabulkan walau tidak pernah mematuhi dan selalu melanggar larangan-Nya, kecuali Allah SWT. Bahkan keberadaannya saat itu tidak lepas sifat-sifat Rahman dan Rahim Allah itu. Kalau bukan Allah yang mengadilinya saat itu, pantasnya ia tetap berada di neraka selama-lamanya.

Ia memberanikan diri untuk berdoa (meminta) lagi, “Wahai Tuhanku, bawalah aku ke dekat pintu surga!!”

Allah berfirman, “Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta lagi, selain yang telah engkau minta sebelumnya?”

Ia berkata memelas, “Wahai Tuhanku, jangan hendaknya Engkau jadikan aku mahluk-Mu yang paling malang!!”

Allah berfirman kepadanya, “Apabila permintaanmu itu Aku kabulkan, apakah engkau akan meminta lagi kepada-Ku?”

Orang itu berkata, “Tidak, ya Allah, demi kemuliaan-Mu, aku tidak akan meminta yang lain lagi!!”

Kemudian Allah membuat “semacam” perjanjian lagi dengannya untuk tidak meminta yang lainnya lagi dan Allah mendekatkannya ke pintu surga.Ia sangat gembira dengan tempatnya tersebut. Keindahan surga, bunga-bunganya, kemewahan-kemewahannya, gemerlap-gemerlapnya, kesenangan-kesenangannya, bidadari-bidadarinya dan berbagai macam kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan olehnya terpampang di depan matanya tanpa halangan. 

Setelah beberapa waktu lamanya menikmati pemandangan surga yang penuh kenikmatan itu, lagi-lagi nafsu manusianya tergerak untuk bisa memasuki surga, tidak sekedar berdiri di pintunya seperti saat itu. Tetapi teringat akan janji yang telah diberikannya kepada Allah ia jadi terdiam. Pergolakan nafsu dan hatinya makin menggelora, dan hal itu memang digerakkan oleh Allah, karena itu ia “nekad” untuk melanggar janjinya dan berkata, “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga!!”

Allah berfirman kepadanya, “Sayang sekali, wahai anak Adam,alangkah khianatnya dirimu! Bukankah engkau telah berjanji untuk tidak meminta sesuatu lagi selain permintaanmu sebelumnya!!”

Lagi-lagi ia berkata memelas, “Wahai Tuhanku, jangan hendaknya Engkau jadikan aku mahluk-Mu yang paling celaka!!”

Allah tertawa mendengar pernyataannya tersebut dan mengijinkannya memasuki surga. Baru beberapa langkah di surga, Allah berfirman, “Mintalah segala apa yang kamu inginkan!!”

Tentu saja orang tersebut sangat gembira mendengar perintah Allah tersebut. Ia menyebutkan daftar permintaan dari semua apa yang dilihatnya tersebut, termasuk beberapa hal yang terlintas di pikirannya. Setelah ia kehabisan “data” permintaannya dan berhenti berbicara, Allah berfirman kepadanya, “Mintalah tambahannya ini dan itu…!!”

Allah menyebutkan sesuatu yang belum masuk dalam permintaannya, dan ia segera memohon untuk diberikan tambahan seperti itu. Beberapa kali Allah mengingatkan beberapa hal dan kenikmatan kepadanya, dan ia memohon untuk bisa diberikan tambahan seperti itu. Akhirnya Allah berfirman kepadanya, “Apakah engkau telah puas?”

“Saya telah puas, ya Allah!!” Katanya.

Dan Allah SWT menetapkan untuknya, “Bagimu, apa yang telah engkau minta itu semuanya, dan tambahannya sebanyak itu pula (artinya dilipatkan dua kali dari daftar permintaannya).”

Dalam riwayat lainnya disebutkan, Allah berfirman kepadanya, “Bagimu, apa yang telah engkau minta itu semuanya, dan dilipat-gandakan sepuluh kalinya!!”

0 Response to "Yang Terakhir Masuk Surga "