Club Deportivo Palestino, Kemerdekaan Palestina di Tanah Cile (bagian 2)


Dukungan dari Tanah Palestina

AKAR Palestina yang kuat di klub yang kini bermarkas di Santiago, Cile ini terbukti mampu memenangkan hati seluruh orang Palestina. Sorotan media internasional tentang Palestino menjadi besar saat juara Copa Cile 2 kali tersebut berlaga di ajang Piala Libertadores.

“Palestino memicu banyak emosi. Ini merupakan wujud tanpa suara,” kata Anuar Majluf, pemimpin Federasi Palestina di Cile.

“Menjaga identitas Palestina kita hidup melalui olahraga, mengibarkan bendera Palestina di benua itu melalui olahraga, merupakan sebuah hal yang luar biasa,” ujarnya kepada AFP.

Sementara itu, dukungan dari Palestina juga mengalir deras. Seperti yang dikatakan salah seorang pendukung Palestino dari kota Ramallah, Mounzer Zahran.

“Kadang-kadang saya bangun sampai pukul 5 pagi untuk menonton pertandingan [Palestino],” tutur Mounzer. “Bagi saya, penting untuk mendukung tim ini karena membawa nama Palestina. Dan melihat tribun penuh dengan bendera Palestina selama pertandingan itu, tak ternilai harganya.”

Hal tersebut senada dengan pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas yang pernah menyampaikan pernyataan di media tentang klub sepakbola Palestino.

“Saya menyerukan semua warga Palestina dan orang-orang yang bersimpati dengan perjuangan kita untuk mendukung Palestino, karena mereka membawa pesan kami yakni kebebasan, keadilan dan perdamaian di mana pun mereka bermain,” ujarnya kepada surat kabar Cile, La Tercera, pada 2015 silam.

Kontroversi Kostum Tim

Pada tahun 2014 lalu, Palestino sempat menghebohkan jagad sepakbola. Ceritanya, saat itu Palestino memperkenalkan kostum anyar mereka dengan nomer punggung ‘1’ yang berbentuk dari peta Palestina sebelum terjadi pendudukan wilayah oleh Israel pada tahun 1947.

Sontak, hal tersebut mengundang banyak kecaman terutama dari etnis Yahudi yang berada di Cile. Federasi sepakbola Cile melalui Asociación Central de Fútbol (ACF) melarang hal tersebut sehingga Palestino hanya sempat menggunakan number set tersebut pada beberapa laga saja dan didenda sebesar 1.300 Dollar AS.

***

Palestino adalah contoh bagaimana awal yang sederhana dapat menjadi sesuatu yang besar, hingga mewakili kebanggaan suatu bangsa, dalam hal ini bangsa Palestina. Sepakbola yang dapat selalu menjadi media terbaik untuk melebur dan mempersatukan suara apapun, menjadikan Palestino sebagai representasi perlawanan rakyat Palestina terhadap penindasan dan memberikan pesan perdamaian. Dan sekali lagi, sepakbola melalui Palestino, mampu membuktikannya. [rf/Islampos]

*sumber: pandit football/islampos

0 Response to "Club Deportivo Palestino, Kemerdekaan Palestina di Tanah Cile (bagian 2)"