Menjelajah Kerajaan di Siak, Kampar, dan Indragiri

Indragiri Hulu, NU Online
Setelah menjelajah Sumatera Utara, tim Ekspedisi Islam Nusantara kemudian memasuki Provinsi Riau. Mereka menjelajah tiga kabupaten mulai dari Siak, Kampar dan Indragiri Hulu. Jadwal di Riau ini merupakan terlama sepanjang penjelajahan, yaitu sekitar 6 hari.

Di Siak, mereka langsung menjelajah Kesultanan Siak Sri Indrapura, kesultanan didirikan Raja Kecik bergelar Sultan Abdul Jalil Rakhmat Syah pada 1723. Raja terkenal dari kerajaan tersebut adalah Sultan Syarif Kasim II wafat tahun 1946. Pada 1998, Pemerintah RI menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hal itu tertuang dalam SK Presiden RI Nomor 109/TK/1998, tertanggal 6 November 1998. Namanya juga diabadikan sebagai nama bandar udara (bandara) internasional di Pekanbaru, Riau.

Kemudian ke Balai Pengadilan Kesultanan Siak, Benteng Belanda, ziarah ke makam Syekh Abdurrahman, menyambangi wihara tertua dan pecinanan di Siak. Nonton tarian dan langam Melayu. Di Hari kedua, ke makam Koto Tinggi, rumah Lembaga Adat Melayu Siak, ke makam raja pertama Siak, lalu ke Kolam Hijau (pemandian staria Siak dan pencuci pusaka).

Setelah di Siak, penjelajahan dilanjutkan ke Kampar. Di kabupaten tersebut tim dibagi dua. Satu tim menuju Masjid Jami Air Tiris, Makam Syekh Abdul Ghani Al-Khalidi, dan Candi Muara Takus. Sementara tim yang satu menuju makam Syekh Burhanuddin Kuntu, Istana Kerajaan Sahilan.

Sementara di Indragiri Hulu, tim kembali dipecah menjadi dua. Tim pertama menuju makam-makam raja Indragiri di Kota Lama, Masjid Raya Peranap, melihat kebudayaan lomba laju perahu di sungai Indragiri, sowan ke pesantren Khoirul Umah.

Sementara tim yang satu lagi menuju suku Talang Mamak, Masjid Raya Indragiri, ke makam pendiri Masjid Indragiri dan makam-makam Indragiri, rumah adat bangsawan Indragiri (rumah tinggi), ke reflika istana Indragiri, danau raja (tempat tenggelamnya kerajaan lama Indragiri). Kemudian diakhiri tarian rantak bulaian, tarian ritual suku Talang Mamak untuk pengobatan yang dipimpin oleh kemantan (tabib) suku tersebut.(Ma'arif Online)

0 Response to "Menjelajah Kerajaan di Siak, Kampar, dan Indragiri"