Startegi Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan

Keluarga dinilai sebagai tempat anak-anak bernaung sehingga harus selalu tercipta suasana yang ramah anak.

KEPALA INTERM Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Ali Aulia Ramli mengatakan, regulasi saja tidak cukup untuk melakukan pencegahan tindak kekerasan pada anak-anak. Menurutnya, regulasi harus diimbangi dengan program pembangunan keluarga.

Keluarga dinilai sebagai tempat anak-anak bernaung sehingga harus selalu tercipta suasana yang ramah anak. Orang tua harus diberi pengertian tentang pentingnya sikap ramah sekaligus ampuh melindungi anak-anak.

Strategi kedua, lanjut Ali, menanamkan keterampilan hidup pada remaja. Keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat memfilter kegiatan negatif di lingkungannya.

“Sehingga tidak hanya menolak kekerasan tetapi berpikir bagaimana mereka memiliki kepercayaan diri menolak hal-hal yang tidak baik,” ujarnya dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).

Ali mengatakan, kekerasan punya berbagai alasan untuk dilakukan. Namun kecakapan hidup seseorang akan membuat ia paham dampak dan resikonya.

“Kita bicara tentang miras, sejauh apa anak-anak dan remaja kita bisa belajar untuk mengatakan bahwa saya tidak akan minum karena itu membahayakan saya. Ini adalah setidaknya dua strategi yang didorong bisa dilakukan menerapkan program yang bisa memastikan pencegahan kekerasan,” katanya. [Islampos]

0 Response to "Startegi Lindungi Anak dari Tindak Kekerasan"