Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Profil Perusahaan Pertamina

Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan .Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir. Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Upaya perbaikan dan inovasi sesuai tuntutan kondisi global merupakan salah satu komitmen Pertamina dalam setiap kiprahnya menjalankan peran strategis dalam perekonomian nasional. Semangat terbarukan yang dicanangkan saat ini merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina dalam menciptakan alternatif baru dalam penyediaan sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Dengan inisatif dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber energi baru dan terbarukan di samping bisnis utama yang saat ini dijalankannya, Pertamina bergerak maju dengan mantap untuk mewujudkan visi perusahaan, Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

Mendukung visi tersebut, Pertamina menetapkan strategi jangka panjang perusahaan, yaitu “Aggressive in Upstream, Profitable in Downstream”, dimana Perusahaan berupaya untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas menjadi lebih efisien dan menguntungkan.

Pertamina menggunakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan kiprahnya untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang sesuai dengan standar global best practice, serta dengan mengusung tata nilai korporat yang telah dimiliki dan dipahami oleh seluruh unsur perusahaan, yaitu Clean, Competitive, Confident, Customer-focused, Commercial dan Capable. Seiring dengan itu Pertamina juga senantiasa menjalankan program sosial dan lingkungannya secara terprogram dan terstruktur, sebagai perwujudan dari kepedulian serta tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh stakeholder-nya.

Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi dan Coal Bed Methane (CBM). Dalam pengusahaan migas baik di dalam dan luar negeri, Pertamina beroperasi baik secara independen maupun melalui beberapa pola kerja sama dengan mitra kerja yaitu Kerja Sama Operasi (KSO), Joint Operation Body (JOB), Technical Assistance Contract (TAC), Indonesia Participating/ Pertamina Participating Interest (IP/PPI), dan Badan Operasi Bersama (BOB).

Aktivitas eksplorasi dan produksi panas bumi oleh Pertamina sepenuhnya dilakukan di dalam negeri dan ditujukan untuk mendukung program pemerintah menyediakan 10.000 Mega Watt (MW) listrik tahap kedua. Di samping itu Pertamina mengembangkan CBM atau juga dikenal dengan gas metana batubara (GMB) dalam rangka mendukung program diversifikasi sumber energi serta peningkatan pasokan gas nasional pemerintah.

Potensi cadangan gas metana Indonesia yang besar dikelola secara serius yang dimana saat ini Pertamina telah memiliki 6 Production Sharing Contract (PSC)-CBM.

Sektor hilir Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia, dan bisnis perkapalan terkait untuk pendistribusian produk Perusahaan. Kegiatan pengolahan terdiri dari: RU II (Dumai), RU III (Plaju), RU IV (Cilacap), RU V (Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong).

Selanjutnya, Pertamina juga mengoperasikan Unit Kilang LNG Arun (Aceh) dan Unit Kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur). Sedangkan produk yang dihasilkan meliputi bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel, minyak bakar dan Non BBM seperti pelumas, aspal, Liquefied Petroleum Gas (LPG), Musicool, serta Liquefied Natural Gas (LNG), Paraxylene, Propylene, Polytam, PTA dan produk lainnya.

Selain itu Direktorat Gas, Energi Baru dan Terbarukan mengelola bisnis Gas, Power, dan NRE sebagai core business Pertamina untuk memperkuat business positioning dan daya saing, mengoptimalkan profit serta mendukung business sustainability Perseroan. Strategi:
Mengembangkan penguasaan pasar Gas, Power, dan NRE dengan mengamankan sisi pasokan, serta meng-create dan memperluas pasar untuk mengembangkan skala bisnis melalui optimalisasi bisnis eksisting dan penguasaan resources baru.
Ekspansi pasar baru untuk mengakselerasi bisnis Direktorat GEBT di bidang Gas, Power, dan NRE
Mengembangkan resources dan bisnis baru sebagai new growth engine
Ekspansi pasar baru untuk mengakselerasi bisnis Direktorat GEBT di bidang Gas, Power, dan NRE
Mengembangkan resources dan bisnis baru sebagai new growth engine.

Visi Dan Misi Pertamina

Visi: Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.
Misi: Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

Untuk mewujudkan Visi Perseroan sebagai perusahaan kelas dunia, maka Perseroan sebagai perusahan milik Negara (100% saham dimiliki Negara) turut melaksanakan serta menunjang kebijakan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, terutama di bidang penyelenggaraan usaha energi, yaitu minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang energi tersebut serta pengembangan optimalisasi sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat serta mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Misi Perseroan menjalankan usaha inti minyak, gas, bahan bakar nabati serta kegiatan pengembangan, eksplorasi, produksi serta niaga energi baru dan terbarukan (new and renewable energy) secara terintegrasi.


Sejarah Pertamina

Tonggak-tonggak sejarah berdirinya PT Pertamina (Persero) sebagai Perusahaan BUMN sejak tahun 1957 hingga berubah status hukum menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (Persero).

Pada 1950-an, ketika penyelenggaraan negara mulai berjalan normal seusai perang mempertahankan kemerdekaan, Pemerintah Republik Indonesia mulai menginventarisasi sumber-sumber pendapatan negara, di antaranya dari minyak dan gas. Namun saat itu, pengelolaan ladang-ladang minyak peninggalan Belanda terlihat tidak terkendali dan penuh dengan sengketa.

Pada tahun 1960, PT PERMINA direstrukturisasi menjadi PN PERMINA sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah, bahwa pihak yang berhak melakukan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia adalah negara.

Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang No. 8 tahun 1971, dimana di dalamnya mengatur peran Pertamina sebagai satu-satunya perusahaan milik negara yang ditugaskan melaksanakan pengusahaan migas mulai dari mengelola dan menghasilkan migas dari ladang-ladang minyak di seluruh wilayah Indonesia, mengolahnya menjadi berbagai produk dan menyediakan serta melayani kebutuhan bahan bakar minyak & gas di seluruh Indonesia.

Seiring dengan waktu, menghadapi dinamika perubahan di industri minyak dan gas nasional maupun global, Pemerintah menerapkan Undang-Undang No. 22/2001. Paska penerapan tersebut, Pertamina memiliki kedudukan yang sama dengan perusahaan minyak lainnya. Penyelenggaraan kegiatan bisnis PSO tersebut akan diserahkan kepada mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat, dan transparan dengan penetapan harga sesuai yang berlaku di pasar.

Pada 10 Desember 2005, sebagai bagian dari upaya menghadapi persaingan bisnis, PT Pertamina mengubah logo dari lambang kuda laut menjadi anak panah dengan tiga warna dasar hijau-biru-merah. Logo tersebut menunjukkan unsur kedinamisan serta mengisyaratkan wawasan lingkungan yang diterapkan dalam aktivitas usaha Perseroan.

Pedoman Tata Kelola Perusahaan

Pedoman Tata Kelola Perusahaan ini disusun sebagai acuan dalam mengelola PT Pertamina (Persero) berdasarkan prinsip Good Corporate Governance (GCG)yang menjadi kaidah dan pedoman bagi pengurus Perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Penerapan prinsip-prinsip GCG (Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness) diperlukan agar Perusahaan dapat bertahan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. GCGdiharapkan dapat menjadi sarana untuk mencapai visi dan misi Perusahaan.

Pedoman Tata Kelola Perusahaan ini mengatur struktur badan tata kelola perusahaan (RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris), proses tata kelola perusahaan, organ pendukung badan tata kelola perusahaan serta proses tata kelola Perusahaan bisa Anda download Disini

Jaringan

Informasi mengenai wilayah operasional dan kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan Anak Perusahaan serta Perusahaan Patungan khususnya di wilayah Indonesia dan Wilayah Kerja Manca Negara.






Berisi informasi tentang jaringan anak perusahaan PERTAMINA:
  1. Jaringan Anak Perusahaan
  2. Bentuk Kerja Sama Operasi
  3. Area Operasi
  4. Fasilitas distribusi.

K3LL

Pertamina beserta Manajemen dan Pekerjanya sangat memperhatikan Aspek-Aspek Keselamatan dan Keamanan dalam bekerja dan beraktifitas. Pertamina menjamin lingkungan Kerja yang ramah lingkungan, operasi tanpa limbah berbahaya dan ramah lingkungan serta berusaha menekan emisi terhadap lingkungan serta meningkatkan Efisiensi Energi. Pertamina berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan maupun keahlian Pekerjanya, terutama dalam aspek HSE yang memenuhi Persyaratan Lokal maupun Internasional

HEALTH

Statement: "Pertamina menjamin semua pekerja dapat bekerja secara Sehat dan dengan gaya hidup yang sehat juga".

Kesehatan adalah Aset yang sangat penting dalam bekerja dan beraktifitas, sehingga Pertamina mengadakan program-program untuk mendukung Kesehatan Pekerjanya.


Objective:

Mencegah Penyakit akibat Kerja.
Menciptakan Iklim Kerja yang sehat serta mendukung Kesehatan Pekerja secara Optimal.


SAFETY

Statement: "Pertamina menjamin semua pekerja dan mitra untuk bekerja dengan aman dan dapat Selamat kembali kepada keluarga di rumah."

Pertamina beserta Manajemen dan Pekerjanya sangat memperhatikan Aspek-Aspek Keselamatan dalam bekerja dan beraktifitas. Keselamatan adalah Prioritas utama yang tidak dapat diabaikan, walaupun pencapaian-pencapaian lain dalam hal produksi dan pemasaran adalah tujuan perusahaan. Pencapaian target produksi dan keberhasilan pemasaran akan menjadi percuma jika aspek keselamatan tidak diperhatikan, untuk itulah semua Pekerja berkomitmen dalam hal mendukung dan memperhatikan aspek keselamatan dalam bekerja.


Objective:
Tanpa Insiden.
Menghilangkan faktor-faktor resiko Kecelakaan Kerja.

SECURITY

Statement: "Pertamina menjamin Keamanan Pekerja dan Mitra serta Peralatan Kerja terhadap gangguan-gangguan."

Keamanan dalam lingkungan Kerja merupakan faktor utama untuk terciptanya Suasana Kerja yang kondusif sehingga meningkatkan Produktifitas Pekerja dan Peralatan Kerja. Pertamina mempunyai Sistem Manajemen Pengamanan yng disingkat dengan SMP yaitu Sistem Pengamanan Terpadu yang disusun oleh Kepolisian RI dimana dilakukan Audit/verfikasi secara Rutin oleh sebuah Tim dari Kepolisian RI.

Objective:
Tanpa Kehilangan Asset akibat Pencurian.
Tanpa terhentinya Operasi akibat gangguan Keamanan.

ENVIRONMENT

Statement: "Pertamina menjamin lingkungan Kerja yang ramah lingkungan, operasi tanpa limbah berbahaya dan ramah lingkungan serta berusaha menekan emisi terhadap lingkungan serta meningkatkan Efisiensi Energi."

Aspek Lingkungan sudah menjadi Prioritas utama dalam Operasi Perusahaan baik di kantor Pusat maupun Unit-unit Operasi, dimana Proses Eksplorasi, Produksi, Pengolahan, Distribusi maupun Penyimpanan (Storage) harus mengedepankan aspek Lingkungan yang ramah lingkungan, tanpa pencemaran dan emisi/radiasi maupun LImbah beracun serta meningkatkan pemakaian Energi secara Efisien.

Objective:
Tanpa Pencemaran Lingkungan, tumpahan minyak.
Tanpa limbah berbahaya.
Komitmen dalam pengurangan Emisi terhadap lingkungan.
Komitmen dalam pemakaian Energi (Energy Eficiency).

TRAINING (HSE Training Center – Sei Gerong)

Statement: "Dalam hal pengembangan Kompetensi HSE, Pertamina berkomitmen dalam meningkatkan kemampuan maupun keahlian Pekerjanya, terutama dalam aspek HSE yang memenuhi Persyaratan Lokal maupun Internasional."

Pengembangan Kompetensi dan keahlian dalam aspek HSE merupakan prioritas dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Pertamina, sehingga setiap pekerja wajib menjalani Safety Mandatory Training, HSE Training Module untuk aspek Operasi dan HSE Leadership Training dengan Standar Internasional.


Untuk naik ke jenjang Jabatan yang lebih tinggi, maka seorang pekerja wajib mengikuti pelatihan Modul HSE yang sesuai dengan Jabatan yang akan dicapainya dalam waktu tertentu.


Objective:
Mempunyai Skill dan kemampuan Aspek HSE sesuai jabatan dan pekerjaan.


Our Business

Kegiatan PERTAMINA dalam menyelenggarakan usaha di bidang energi dan petrokimia, terbagi ke dalam dua sector, yaitu Hulu dan Hilir, serta ditunjang oleh kegiatan Anak-Anak Perusahaan dan Perusahaan Patungan.

Usaha Hulu

Kegiatan usaha PERTAMINA Hulu meliputi eksplorasi dan produksi minyak, gas, dan panas bumi. Untuk kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas dilakukan di beberapa wilayah Indonesia maupun di luar negeri. Pengusahaan di dalam negeri dikerjakan oleh PERTAMINA Hulu dan melalui kerjasama dengan mitra sedangkan untuk pengusahaan di luar negeri dilakukan melalui aliansi strategis bersama dengan mitra. Berbeda dengan kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi, kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi masih dilakukan di dalam negeri. Untuk mendukung kegiatan intinya, PERTAMINA Hulu juga memiliki usaha di bidang pemboran minyak dan gas.

Kegiatan eksplorasi ditujukan untuk mendapatkan penemuan cadangan migas baru sebagai pengganti hidrokarbon yang telah diproduksikan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga agar kesinambungan produksi migas dapat terus dipertahankan.

Aktivitas eksplorasi dan produksi dilakukan melalui operasi sendiri dan konsep kemitraan dengan pihak ketiga. Pola kemitraan dalam bidang minyak dan gas berupa JOB-EOR (Joint Operating Body for Enhanced Oil Recovery), JOB-PSC (Joint Operating Body for Production Sharing Contract), TAC (Technical Assistance Contract), BOB (Badan Operasi Bersama), penyertaan berupa IP (Indonesian Participation) dan PPI (Pertamina Participating Interest), serta proyek pinjaman; sedangkan pengusahaan panasbumi berbentuk JOC (Joint Operating Contract).

Pengusahaan minyak dan gas melalui operasi sendiri dilakukan di 7 (tujuh) Daerah Operasi Hulu (DOH). Ketujuh daerah operasi tersebut adalah DOH Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Sumatra Bagian Utara yang berpusat di Rantau, DOH Sumatra Bagian Tengah berpusat di Jambi, DOH Sumatra Bagian Selatan berpusat di Prabumulih, DOH Jawa Bagian Barat berpusat di Cirebon, DOH Jawa Bagian Timur berpusat di Cepu, DOH Kalimantan berpusat di Balikpapan, dan DOH Papua berpusat di Sorong.

Pengusahaan bidang panas bumi dilakukan di 4 (empat) area panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 402 MW. keempat Area Panas Bumi tersebut adalah Area Kamojang-Jawa Barat (200 MW), Lahendong - Sulawesi Utara (80 MW), Sibayak - Sumatera Utara (12 MW) dan Ulubelu - Lampung (110 MW).

Sampai akhir tahun 2004 jumlah kontrak pengusahaan migas bersama dengan mitra sebanyak 92 kontrak yang terdiri dari 6 JOB-EOR, 15 JOB-PSC, 44 TAC, 27 IP/PPI (termasuk BOB-CPP) dan 5 proyek loan. Sedangkan untuk bidang panas bumi terdapat 8 JOC.

Dalam hal pengembangan usaha, Pertamina telah mulai mengembangkan usahanya baik di dalam dan luar negeri melalui aliansi strategis dengan mitra. Pertamina juga memiliki usaha yang prospektif di bidang jasa pemboran minyak dan gas melalui Pertamina Drilling Service (PDS) yang memiliki 26 unit rig pemboran serta anak perusahaan PT Usayana yang memiliki 7 rig pemboran. Dalam kegiatan transmisi gas, Pertamina memiliki jaringan pipa gas dengan panjang total 3800 km dan 64 stasiun kompresor.


Usaha Hilir (Pengolahan, Pemasaran & Niaga dan Perkapalan)

Kegiatan usaha PERTAMINA Hilir meliputi pengolahan, pemasaran & niaga dan perkapalan serta distribusi produk Hilir baik didalam maupun keluar negeri yang berasal dari kilang PERTAMINA maupun impor yang didukung oleh sarana transportasi darat dan laut.

Usaha hilir merupakan integrasi Usaha Pengolahan, Usaha Pemasaran, Usaha Niaga, dan Usaha Perkapalan.

Usaha Pengolahan

Pengolahan mempunyai 7 unit Kilang dengan kapasitas total 1.041,20 Ribu Barrel. Beberapa kilang minyak terintegrasi dengan kilang Petrokimia dan memproduksi NBBM. Disamping kilang minyak, PERTAMINA Hilir mempunyai kilang LNG di Arun dan di Bontang. Kilang LNG Arun dengan 6 train dan LNG Badak di Bontang dengan 8 train. Kapasitas LNG Arun sebesar 12,5 Juta Ton sedangkan LNG Badak 18,5 Juta Ton per tahun.

Beberapa Kilang tersebut juga menghasilkan LPG, seperti di Pangkalan Brandan, Dumai, Musi, Cilacap,, Balikpapan, Balongan dan Mundu.

Kilang Cilacap adalah satu-satunya penghasil lube base oil dengan grade HVI- 60, HVI — 95, HVI -160 S dan HVI — 650. Produksi lube base ini disalurkan ke Lube Oil Blending Plant (LOBP) untuk diproduksi menjadii produk pelumas dan kelebihannya diekspor.

Integrated Supply Chain

Integrated Supply Chain (ISC) memiliki tiga peran utama sebagai (1) Perencana & Optimasi Terintegrasi, (2) Pengadaan/Penjualan (Niaga) & Komersial dan (3) operasional suplai dan ekspor untuk memastikan keamanan suplai dan stok minyak mentah, bahan bakar minyak dan LPG nasional dengan tetap mengedepankan keekonomian.

Dalam menjalankan perannya, ISC memiliki tiga kapabilitas yaitu :


Melaksanakan proses perencanaan dan optimasi untuk hidrokarbon Hilir secara terintegrasi dan memastikan proses perencanaan sesuai dengan target perusahaan. Selain itu juga memastikan optimasi inventori/ persediaan untuk minyak mentah dan produk kilang melalui penjadwalan suplai dan distribusi


ISC mengelola minyak mentah yang dihasilkan oleh APH (anak Perusahaan Hulu Pertamina) didalam dan diluar negeri, MMKBN (Minyak Mentah dan Kondensat Bagian Negara) dan pembelian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Disamping minyak mentah, ISC juga melakukan kegiatan impor, ekspor, dan exchange untuk produk kilang.


ISC mengelola serta memastikan suplai dan distribusi minyak mentah dan produk kilang baik dari sisi kuantitas, kualitas, dan jadwal dengan mempertimbangkan sarana fasilitas dan kondisi di terminal muat dan bongkar di dalam maupun luar negeri.


Pergerakan Harga Minyak Mentah



Produk Pertamina

Gas Untuk Kendaraan

PERTAMINA ENVOGAS

Pertamina Envogas adalah brand baru yang dipilih untuk Bahan Bakar Gas (BBG) yang sebelumnya diperkenalkan oleh Pertamina pada tahun 1986 dan 1992 melalui program Langit Biru dan kemudian di luncurkan kembali pada tanggal 10 Desember 2012.



Penggunaan brand baru ini merupakan bentuk aktualisasi semangat Pertamina untuk terus berinovasi dalam memenuhi kebutuhan energy masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.


Pertamina Envogas merupakan produk CNG (Compressed Natural Gas) atau Gas Alam Terkompresi yang diperoleh melalui proses kompresi metana (CH4) hasil ekstraksi gas alam dengan tekanan sebesar 200 s/d 275 BAR. Komposisi gas metana (CH4) yang mempunyai fraksi yang lebih ringan dari udara, membuat CNG akan terlepas ke udara seketika, saat terjadi kebocoran sehingga relatih lebih aman dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak.


Penggunaan CNG sebagai bahan bakar, jauh lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak, hal ini disebabkan CNG menghasilkan emisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan Bahan Bakar Minyak (1/3 kadar emisi BBM), selain itu dengan kandungan oktan (RON – Research Octane Number) sebesar 120, CNG juga mampu menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, sehingga mesin kendaraan lebih awet dengan perawatan yang efisien.


Harga Pertamina Envogas
Harga Pertamina Envogas untuk sektor transportasi saat ini ditetapkan oleh Pemerintah sebesar Rp 3,100/Lsp

LGV (Liquefied Gas for Vehicle)

Seperti halnya Elpiji, Vi-Gas juga merupakan turunan dari LPG yang dinamakan LGV (Liquefied Gas for Vehicle), dengan campuran Propane dan Butane. Dikemas dalam tabung yang juga berfungsi sebagai tanki bahan bakar, Vi-Gas sangat cocok digunakan untuk kendaraan kecil, baik kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi.


Tekanan Vi-Gas yang rendah menyebabkan penggunaan Vi-Gas relatif tidak berbahaya, selama Anda memperhatikan panduan keselamatan penggunaannya. Selain itu, penelitian kami membuktikan bahwa penggunaan Vi-Gas lebih hemat dari penggunaan BBM, sehingga biaya operasional kendaraan dapat ditekan.

Pemakaian LGV sebagai bahan bakar kendaraan sudah digunakan secara luas di negara-negara lainnya, seperti Australia, Korea, dan negara-negara Eropa. Harga BBM yang semakin tinggi serta rendahnya emisi LGV merupakan faktor utama yang membuat konsumen lebih memilih menggunakan LGV daripada BBM. a (CH4). Dalam istilah internasional, BBG dikenal juga dengan nama CNG (Compressed Natural Gas).

Kontribusi kita untuk program Langit Biru

Jika Anda adalah pengusaha taksi, angkutan kota ataupun bajaj, dan menginginkan biaya operasional yang lebih murah, mengapa tidak beralih menggunakan Vi-Gas? Vi-Gas adalah LPG yang digunakan untuk transportasi, sangat sesuai untuk jenis kendaraan kecil karena memiliki kapasitas tanki yang sama dengan BBM. Dan juga, Anda pun ikut berkontribusi untuk menjadikan lingkungan Indonesia lebih bersih, karena Vi-Gas adalah produk yang ramah lingkungan!

Gas Untuk Memasak 

Bright Gas LPG Aman yang hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen rumah tangga dengan berbagai macam variannya. Bright Gas 12 kg, Bright Gas 5,5 kg, dan Bright Gas Can kemasan 220 gram. Setiap varian Bright Gas ini memiliki keunggulan dan kegunaannya masing-masing.





Keunggulan tabung Bright Gas 12 kg & 5,5 kg yang tidak dimiliki tabung lain adalah:
Bright Gas Hemat dan Aman dengan teknologi Double Spindle Valve System (DSVS).
Memiliki fitur keamanan segel resmi Pertamina yang menjamin kualitas LPG maupun isi LPG dalam tabung.
Lebih Nyaman dengan layanan antar melalui Contact Pertamina 500 000.

Bright Gas 12 kg hadir untuk memenuhi kebutuhan memasak keluarga yang aktif. Bright Gas 12 kg memiliki Program Promo Tukar Tabung Gratis dengan tabung ELPIJI 12 kg. Hanya dengan membayar isi ulang Bright Gas 12 kg, konsumen dapat menukarkan tabung Bright Gas 12 kg dengan tabung ELPIJI 12 kg yang lama. Promo ini berlaku pada periode tertentu.

Bright Gas 5,5 kg cocok untuk keluarga yang tinggal di Apartemen atau Rumah minimalis. Sehingga dengan berat tabung yang lebih ringan, tabung Bright Gas 5,5 kg lebih mudah dibawa dan ditempatkan dapat ruangan dapur yang lebih terbatas. Terkait  Bright Gas 5,5 kg dapat dilihat di pilihan menu Bright Gas 5,5 kg.

Untuk memenuhi kebutuhan memasak lainnya, Pertamina baru-baru ini menghadirkan Bright Gas Can dengan kemasan 220 gram. Terkait dengan detail informasi Bright Gas Can kemasan 220 gram dapat dilihat di pilihan menu Bright Gas kemasan 220 gram.


Apakah keunggulan Bright Gas?

1. LEBIH AMAN
Tabung Bright Gas 5,5 Kg memiliki fitur Katup Ganda DSVS (Double Spindle Valve System) yang 2x lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Untuk menjamin kualitas dan ketepatan isi, Bright Gas 5,5 kg juga dilengkapi dengan Segel Hologram dengan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan. Selain itu, pada tabung Bright Gas 5,5 Kg juga terdapat Sticker safety penggunaan tabung sehingga konsumen dapat lebih tersosialisasikan bagaimana cara memasang dan menggunakan tabung yang benar.

2. LEBIH NYAMAN
Dengan berat tabung hanya 12,6 Kg, tabung Bright Gas 5,5 Kg sangat ringan untuk dijinjing. Sehingga untuk para Ibu yang selama ini merasa kesulitan dalam membawa tabung gas untuk memasak kini tidak perlu khawatir lagi. Selain itu, konsumen juga dapat memesan langsung Bright Gas 5,5 Kg dengan Bright Gas Layan Antar 500 000.

Mari kita menggunakan Bright Gas Hemat kawan-kawan, jujur admin belum memakai produk ini dirumah karena admin belum punya istri dan belum banyak kebutuhan dalam urusan dapur. Akan tetapi jika besok sudah berkeluarga admin akan coba juga produk dari Pertamina ini. Untuk sekarang admin sebagai penerus bangsa mengajak terlebih dahulu masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk asli karya bangsa kita. Kalau dilihat dari kualitas, produk dari Pertamina ini tidak kalah saing dari produk luar, buktinya pertamina telah dipakai oleh dunia. Orang luar pakai produk kita masak kita memakai bahan bakar atau gas dari luar negeri yang kualitasnya belum tentu teruji....
Makanya yuk teman-teman mari kita majukan produk kita yang ramah lingkungan dan membuatnya mendunia...

3. LEBIH TERJANGKAU

Lebih Terjangkau dengan harga jual isi ulang yang ditawarkan sebesar Rp 57.500/tabung*) untuk daerah Jawa & Bali, dan Rp 62.000/tabung*) untuk daerah Kalimantan.
Ket *) : Harga jual berlaku di Agen LPG, belum termasuk ongkos kirim


Pertalite

Varian bahan bakar terbaru pertamina yang telah hadir di 34 KOta/Kabupaten. Memiliki level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.

Apakah Keunggulan Pertalite?

1.Durability
PERTALITE dapat dikategorikan sebagai bahan bakar kendaraan yang memenuhi syarat dasar durability/ketahan, dumana bbk ini tidak akan menimbulkan gangguan serta kerusakan mesin, karena kandungan oktan 90 lebih sesuai dengan perbandingan kompresi kebanyakan kendaraan bermotor yang beredar di indonesia.

Kandungan aditif detergent, anti korosi, serta pemisah air pada PERTALITE akan mengahambat proses korosi dan pembentukan deposit didalam mesin.

2. FUEL ECONOMY
Kesesuaian oktan 90 PERTALITE dengan perbandingan kompresi kebanyakan kendaraan beroperasi sesuai dengan rancangannya. Perbandingan Air Fuel Ratio yang lebih tinggi dengan konsumsi bahan bakar menjadikan kinerja mesin lebih optimal dan efisien untuk menempuh jarak lebih jauh karena biaya operasi bahan bakar dalam Rp/Km akan lebih hemat.

3. Performance
Kesesuaian angka Oktan PERTALITE dan Aditif yang dikandungnya dengan spesifikasi mesin akan menghasilkan performa mesin yang jauh lebih baik dibandingkan ketika menggunakan Oktan 88. Hasilnya adalah tarikan lebih enteng, kecepatan yang lebih tinggi serta emisi gas buang yang lebih bersih. Hal ini akan menjadikan kendaran lebih lincah dalam bermanufer serta lebih ramah lingkungan.


Makanya yuk teman-teman kita pakai produk-produk unggulan dari Pertamina ,,, sobat-sobat harus memegang prinsip "KITA BANGGA MENCIPTAKAN DAN MENGGUNAKAN KARYA BANGSA SENDIRI DARI PADA MEMAKAI KARYA ORANG LAIN".



Cukup sekian ulasan singkat ane ya tentang Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan. Moga teman-teman blogger lainya termotivasi agar menggunakan produk dari Pertamina .. semoga bermanfaat untuk kita semua...AMINN...

Alamat Kantor Pertamina

Kantor Pusat
Jl. Medan Merdeka Timur 1A,
Jakarta 10110 
Telp : 1 500 000
Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan

0 Response to "Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan"

Post a Comment