-->

Rabu, 25 November 2015

Setiap tahun, 25 November adalah hari istimewa bagi para guru. Di Hari Guru Nasional inilah pengabdian mereka diakui, prestasi mereka dirayakan dan keberadaan mereka lebih diperhatikan.

Ironisnya, sebagai sosok yang digugu dan ditiru, kehidupan para guru masih banyak yang jauh dari layak. Tidak heran, peningkatan kesejahteraan adalah isu klasik yang terus berulang sepanjang masa. Bahkan tahun ini, puluhan ribu guru honorer turun ke jalan menuntut perhatian pemerintah atas status dan kesejahteraan mereka.

Sempat mendapat angin segar karena dijanjikan diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS), para pahlawan tanpa tanda jasa itu harus menelan pil pahit. Pasalnya, rencana perubahan status tersebut terancam batal karena pemerintah tidak menyelipkan anggaran pengangkatan guru honorer menjadi PNS di dalam APBN.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang menaungi semua guru di Tanah Air pun terus memperjuangkan kesejahteraan rekan sejawat mereka. Sementara itu, tidak ada kata istirahat bagi para guru mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa. Apalagi Presiden Joko Widodo berpesan, tanggung jawab menyiapkan anak muda Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa lain ada di pundak guru.

"Para guru tidak boleh lelah untuk berkarya serta terus mengembangkan metode pembelajaran yang bisa mendorong siswa-siswi mereka untuk terus aktif dan berpikir kritis. Bekali anak Indonesia dengan kreativitas dan juga budi pekerti," pesannya kepada belasan ribu guru yang menghadiri puncak peringatan

Tidak lupa, orang nomor satu di Indonesia itu juga mengapresiasi perjuangan para guru Nusantara. Dia angkat topi kepada mereka yang mengabdi dan berkarya meski harus menempuh jarak berkilo-kilo meter demi mencapai sekolah atau hidup dan mengajar dalam keterbatasan.

"Saya sendiri adalah karya dari guru-guru saya dan kita semua adalah karya dari guru-guru kita," tandasnya.

Selamat Hari Guru Nasional! (rfa)/okezone




Baca Artikel Terkait: